Guru Belajar

Siswa belajar itu biasa. Guru belajar itu luar biasa.

Brosur Diklat TI

Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), saat ini pelaksanaan ujian online di sekolah sudah menjadi keniscayaan.

Untuk itu, guru diharapkan untuk melek teknologi, salah satunya dituntut mampu mengembangkan soal-soal ujian online terutama soal pilihan ganda (multiple choice) menggunakan program JQuiz (HotPotatoes) untuk kepentingan evaluasi pembelajaran.

Banner Diklat TI

Pelatihan diadakan di PakarTI Learning Center (Rumah Kita) Perumahan Cadas Tirta Indah pada Minggu, 15 September 2019 mulai pukul 8.30 hingga 11.30 WIB.

Kegiatan diikuti oleh 4 orang Guru, yaitu: (1) Okta Mariana (Guru Bahasa Inggris di SMP Negeri 1 Tamanan, Bondowoso), (2) Artatik (Guru Matematika di SMP Negeri Tapen, Bondowoso), (3) Haryantini (Sanggar Kegiatan Belajar –SKB, Bondowoso), dan (4) Asis Saifullah (Guru Madrasah Aliyah Nurul Jadid, Botolinggo, Bondowoso).

Opening Ceremony

Kegiatan Diklat TI dibuka oleh Saudara Heru Mulyadi, selaku Founder Rumah Kita, salah satu supporting team kegiatan Diklat TI.

Setelah itu, kegiatan pelatihan di-handle oleh Saudara Edy Wihardjo yang bertindak selaku Trainer. Beliau adalah Dosen Peneliti di Universitas Jember, dengan bidang keahlian Pengembangan Media Pembelajaran Berbantuan Komputer (Computer-Based Learning).

Pemaparan materi

Kegiatan pelatihan dilakukan dengan metode learning by doing, dimana seluruh peserta menerima materi pelatihan sambil mempraktikkan secara langsung di laptop masing-masing.

Sehari sebelumnya, peserta diminta untuk mengunduh (download) program pendukung, yaitu HotPotatoes dari laman: the University of Victoria https://hotpot.uvic.ca/. Kemudian menginstal HotPotatoes di laptop mereka berdasarkan panduan instalasi yang dikirimkan sebagai pesan WhatsApp melalui Grup WA “Diklat TI”.

Learning by Doing

Setelah pemaparan diberikan kesempatan sesi tanya jawab bagi peserta. Beberapa poin pertanyaan yang menarik, antara lain: (1) bagaimana menyisipkan persamaan matematika (equation) ke dalam soal atau opsi jawaban, (2) bagaimana mengacak (shuffle) soal dan atau opsi jawaban, (3) bagaimana membuat jawaban siswa langsung tercatat, misalnya dikirim melalui email.

Diskusi dalam Sesi Tanya Jawab

Kegiatan Diklat TI terselenggara berkat dukungan dari (supported by): (1) SekolahGratis suatu gerakan sosial dengan taglineBelajar Gak Harus Bayar”, (2) Rumah Kita, dan (3) Smada88 Bondowoso Community.

Sebagai catatan, pemateri dan seluruh peserta merupakan anggota komunitas Smada88 Bondowoso Community, yaitu Komunitas Alumni SMA Negeri 2 Bondowoso, khususnya tahun lulus 1988.

Pray 4 Pak Qodri

#Pray4PakQodri

Pak Qodri, salah seorang guru ketika kita sekolah di Smada Bondowoso, saat ini menjalani perawatan intensif di Ruang ICCU (khusus jantung) RSU dr. Kusnadi Bondowoso.

Beliau mengalami komplikasi serangan jantung (bengkak).

Kolega beliau dan teman-teman alumni Smada Bondowoso, terutama yang tinggal di Bondowoso, berbagi tugas menjaga secara bergantian untuk menggantikan peran keluarga.

Luangkan waktu. Berikan doa terbaik teman-teman untuk kesembuhan beliau.

Smada88 Family Care: Ibunda Ariadie

Salah satu amanah teman-teman Smada88ers yang hadir pada Smada88 Family Gathering di kediaman Heru Mulyadi, 2 tahun yang lalu, adalah: Smada88 Family Care.

Dalam hal ini, jika terdapat alumni atau keluarga alumni mengalami musibah, menderita sakit, atau bahkan meninggal dunia, maka teman-teman Smada88ers lainnya diharapkan berperan serta secara aktif untuk meringankan derita mereka, dengan mengunjungi (bezoek atau takziah), untuk memberikan dukungan moral.

Sabtu, 16 Februari 2019, kami menerima kabar salah seorang teman kita, Ariadie mengalami duka mendalam karena ditinggal oleh ibunda tercinta.

Beberapa teman, antara lain: Heru Mulyadi, Encoel, dan Mugi, berkesempatan dan berkenan mengantar almarhumah Ibunda Ariadie menuju ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Kemudian keesokan harinya, Minggu 18 Februari 2019, beberapa teman memberikan dukungan moral dengan mengunjungi rumah duka di belakang Gelora, Bondowoso.

Takziah ke kediaman keluarga Ariadie

Sebagaimana nampak di foto: Indah, Yanick, Prima, Edy Jo, Tris, dan Heru Mulyadi, serta yang paling kanan, Ariadie.

Semoga almarhumah husnul khotimah, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Aamiin.

Mak Perak KopiKampoeng?

Usaha produktif teman-teman alumni Smada88 bukan hanya KopiKampoeng. KopiKampoeng hanyalah salah satunya. Itu sepenuhnya benar. Saya mengenal produk andalan mereka. Saya bisa mencantumkan beberapa diantaranya. Selain itu, mungkin masih banyak teman-teman alumni Smada88 yang memiliki produk andalan.

Heru Mulyadi memasarkan Rengginang khas dari Panarukan, Situbondo. Ia pernah mengirim ke sejumlah daerah, antara lain ke Jogja. Juga memasarkan Kaldu alami berbahan dasar Jamur, dengan varian rasa: Ayam, Sapi, dan Original (Jamur).

Dia juga mengelola Rumah Kita, yang bergerak di bidang Event OrganizerTraveling, Trading, Training, Outbound, Counseling, serta Health & Therapist.

Sisyanto beternak Puyuh dan melakukan budidaya Jamur Tiram, kemudian memasarkan hasil panennya, yaitu Telur Puyuh dan Jamur Tiram Segar, ke Pasar Klabang, Bondowoso.

Sudrajat ‘mengekspor’ Tape Bondowoso ke Surabaya.

Yulius membuat mebel klasik dan artistik.

Hendro dan Acuk mengelola Perumahan Kharisma Regency di Traktakan, Wonosari, Bondowoso.

Sugiharsono, memiliki skill yang mumpuni di bidang fotografi.

Tris, InsyaAllah, akan melakukan branding product Rambak My Son (baca: Maesan). 

Keluarga SanusiInsyaAllah, akan membuat kue Ladrang.

Satu lagi, Prita. Ia memproduksi dan memasarkan Stik Sukun dan Kopi Bubuk. Kopi Bubuk ya, bukan Kopi Bobok, karena bisa beda pengertian. Bubuk itu kosakata Bahasa Indonesia, sedangkan Bobok itu dialek ‘Behesah’ Bendebesah. Nama brand-nya Maretta Coffee. Produk berbasis kopi juga.

Pertanyaannya, mak perak KopiKampoeng yang dibahas di Blog RumahKita?

Nggak juga, kan?

Smada88 Family Care: Nurul Hadi’s Family

Oya, di artikel sebelumnya, http://rumahkita.or.id/smada88/smada88-community/, disebutkan 3 fokus kegiatan Smada88 Community, yaitu: (1) Smada88 Family Care, (2) Smada Bondowoso Care, dan (3) Bondowoso Care.

Nah, kali ini kami melaporkan kegiatan Smada88 Family Care ke kediaman keluarga Nurul Hadi untuk membezoek istrinya pasca melakukan operasi.

Pada pertemuan rutin 2 bulanan, Smada88 Family Gathering di kediaman Sutrisno, Maesan, Minggu, 21 Januari 2018, Nurul Hadi pamit pulang terlebih dulu, sebelum rangkaian kegiatan berakhir. Nurul menyampaikan pada kami, bahwa ia harus segera pulang untuk merawat istrinya, pasca melakukan operasi.

Setelah itu, Smada88 Community yang hadir, sepakat untuk mengagendakan akan membezoek istri Nurul, pada Minggu berikutnya, Minggu, 28 Januari 2018. Namun ternyata, pada hari yang ditentukan, sejumlah teman berhalangan hadir, antara lain karena keluarga Heru Mulyadi di Klabang menjadi korban banjir Sungai Sampean Baru.

Untuk itu, Minggu, 4 Februari 2018, Edy Jo dan Sugiharsono, mewakili teman-teman Smada88 Community melakukan silaturahim ke kediaman Nurul.

Sayangnya, kami lupa mengabadikan momen tersebut.

Smada88 Community

Smada88 Community merupakan komunitas alumni SMA Negeri 2 Bondowoso, lulusan tahun 1988. Ehm, ternyata sudah 30 tahun yang lalu 😉

Pada pertemuan rutin 2 bulanan, Smada88 Family Gathering, di kediaman Heru Mulyadi (founder Rumah Kita), disepakati untuk melaksanakan program Smada88 Care dengan 3 ‘tugas pokok’, yaitu:

+ Smada88 Family Care (Peduli Keluarga Alumni Smada88);
+ Smada Bondowoso Care (Peduli Smada Bondowoso);
+ Bondowoso Care (Peduli Bondowoso).