Ayo Main. Jangan Cuma Nonton.

Tiga tahun lalu, tahun 2017, Smada88ers (yang hadir) menyepakati proker (program kerja) Smada88 Care, dengan tiga proker unggulan: Smada88 Family Care, Smada88 Bondowoso Care, dan Bondowoso Care.

Pertama, Smada88 Family Care. Peduli pada teman-teman alumni dan keluarga (suami/istri, anak, dan orang tua) mereka..

Jika mendapat informasi ada teman atau keluarga mereka ditimpa musibah (sakit atau meninggal dunia), maka beberapa teman akan mewakili teman yang tidak bisa hadir, untuk hadir membezoek atau takziah.

RIP

Bukan hanya momen duka. Dalam momen bahagia juga.

Kita juga pernah menggalang dana untuk meningkatkan pendapatan salah seorang teman melalui budidaya jamur. Kita juga pernah mengirim beberapa teman untuk mengikuti pelatihan di Malang. Kita juga pernah mengadakan diklat pembelajaran berbasis teknologi informasi bagi teman-teman yang menjadi guru.

Kita pernah menginisiasi rintisan usaha, KopiKampoeng.

Paling aktual, kita telah mengadakan ReuniOnline

Kedua, Smada88 Bondowoso Care. Peduli pada almamater tercinta, SMA Negeri 2 Bondowoso. Kita pernah back to school, menyumbang sarpras dan berbagi pengalaman untuk memotivasi adik-adik kelas kita.

Kita pernah membezoek guru kita yang sedang sakit atau takziah ketika guru kita meninggal dunia.

Ketiga, Bondowoso Care. Peduli pada masyarakat Bondowoso.
Kita pernah berbagi sarpras pendidikan pada sejumlah sekolah, ponpes, dan taman baca, di Bondowoso.

Kita pernah berbagi bukber dengan anak yatim-piatu, kaum dhuafa, dan komunitas penyandang disabilitas.

Ketiga program unggulan, alhamdulilah, sudah pernah kita lakukan. Namun, kita tidak akan berhenti, kawan.

InsyaAllah, kita bermitra dengan Disperindag akan menginisiasi pasar online yang memasarkan produk unggulan Bondowoso di https://teras.rumahkita.or.id.

Yuk, teman-teman yang punya produk unggulan, kita ramaikan pasar online Bondowoso. Especially: Hermul, Hendro, Yanick, Tri, Devi, Hengky, Joely, Drajat, Jadi dll. Siapa lagi, ya? Bukan hanya barang, tapi juga jasa.
Kita akan bermitra dengan ojek online teman kita, Sanito, untuk mengantar pesanan di seputar Bondowoso kota.

Daftarkan produk teman-teman, lengkapi nama, deskripsi, harga, berat, foto, dll. Kirim ke admin Teras Rumah Kita.

Miss Eco … Tenan

Rabu (27/11/2019), kami menghadiri National Conference on Tourism (Seminar Nasional Pariwisata) di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember (https://unej.ac.id).

Informasinya pernah kami share di laman Lintas (Lingkar Komunitas), sbb:

informasi Call for Paper National Conference on Tourism

Salah seorang keynote speaker yang hadir adalah Miss Earth Indonesia 2018 dan Miss Eco 2019, Ratu Vashti Annisa ( https://www.instagram.com/ratuvashti/). Dia menyajikan topik Sustainable Tourism is the Only Way to Go.

Secara umum, Seminar Nasional Pariwisata ke-3 ini mengangkat tema Tourism in 4.0 Issues, Challenge and Strategic of Marketing. Informasi lebih detil, silakan kunjungi laman: https://semnaspariwisata.fisip.unej.ac.id.

Bro Heru Mulyadi, CEO Rumah Kita dan Bro Edy Jo, CEO PakarTI

Kami berdua (saya dan Bro Hermul) hadir, untuk memaparkan Inisiatif Inovasi Berbasis-TI untuk Mendukung Pariwisata Bondowoso. Ini sejalan dengan 3 Program Pokok Smada88 Bondowoso Community, yaitu: (1) Peduli Keluarga Alumni Smada88 (Smada88 Family Care), (2) Peduli Smada Bondowoso (Smada Bondowoso Care), dan (3) Peduli Bondowoso (Bondowoso Care). Khususnya program pokok ke-3.

Program Pokok Smada88 Bondowoso Community

Ke depan kami akan mengadakan kegiatan: (1) Lomba Menulis Konten Wisata di Blog, (2) Lomba Menulis Skrip untuk Festival Film Pendek yang secara rutin diadakan oleh Dinas Pariwisata, (3) Lomba Menulis Bussiness Plan terkait pendirian BUMDES, terutama startup Desa Wisata yang mengelola potensi wisata di wilayahnya.

Smada88 Family Care: Ibunda Ariadie

Salah satu amanah teman-teman Smada88ers yang hadir pada Smada88 Family Gathering di kediaman Heru Mulyadi, 2 tahun yang lalu, adalah: Smada88 Family Care.

Dalam hal ini, jika terdapat alumni atau keluarga alumni mengalami musibah, menderita sakit, atau bahkan meninggal dunia, maka teman-teman Smada88ers lainnya diharapkan berperan serta secara aktif untuk meringankan derita mereka, dengan mengunjungi (bezoek atau takziah), untuk memberikan dukungan moral.

Sabtu, 16 Februari 2019, kami menerima kabar salah seorang teman kita, Ariadie mengalami duka mendalam karena ditinggal oleh ibunda tercinta.

Beberapa teman, antara lain: Heru Mulyadi, Encoel, dan Mugi, berkesempatan dan berkenan mengantar almarhumah Ibunda Ariadie menuju ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Kemudian keesokan harinya, Minggu 18 Februari 2019, beberapa teman memberikan dukungan moral dengan mengunjungi rumah duka di belakang Gelora, Bondowoso.

Takziah ke kediaman keluarga Ariadie

Sebagaimana nampak di foto: Indah, Yanick, Prima, Edy Jo, Tris, dan Heru Mulyadi, serta yang paling kanan, Ariadie.

Semoga almarhumah husnul khotimah, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Aamiin.

Nostalgila SMA

Seorang teman mengajak saya join di Facebook alumni SMAN 2 Bondowoso. Setelah join, saya menulis di wall sesuatu mengenai saya yang bisa mengingatkan teman-teman alumni lainnya. “Saya pernah ngegambar karikatur di mading mengenai pungutan pembangunan pagar.”

Sebutkan pepatah yang memuat kata smada. Smada-madanya tupai melompat, akhirnya jatuh juga.

Ceritanya begini, ketika kelas 1 ortu kami di kumpulkan BP3 dan dimintai sumbangan untuk membangun pagar keliling. Ortu kelas 1 dikenai 15 ribu, ortu kelas 2 dikenai 10 ribu, ortu kelas 3 dikenai 5 ribu. Pada tahun 1985, nilainya relatif besar, karena kurs Dolar masih berkisar seribuan. Nah, sebagai generasi penerus bangsa (lo?), kami ingin mengajukan protes ‘keberatan’. Di kelas, kami berunding dipimpin ketua kelas, Heru Pambudi. Kemudian disepakati, kami akan menggambar karikatur di mading. Kebetulan, dua pengelola mading –Noertjahjani dan Farida Juliyanti– adalah teman sekelas. Saya dan Edy Suhartono kebagian menggambarnya.

Sebutkan pepatah yang ada kaitannya dengan mading. Ibarat mading teriak mading. Tidak ada mading yang tak retak.

Deskripsi karikatur saya adalah penganugerahan medali oleh BP3, seperti pengalungan medali pada pemenang suatu kompetisi. Juara ketiga (kelas 3) mendapat medali 5 ribu, juara kedua (kelas 2) mendapat medali 10 ribu, dan juara pertama (kelas 1) mendapat medali 15 ribu. Karena keberatan, penerima medali sampai terbungkuk-bungkuk. Karikatur Edy Sahur temanya sama, tapi saya lupa detilnya.

Setelah karikatur dimuat, Kepsek (pak Sri) sowan ke kelas kami. Karena di karikatur saya mengatasnamakan kelas, bukan pribadi. Saya menulis, people jiero. Siji loro atau kelas 1.2. Kami mengatur strategi dengan menempatkan teman-teman cewek di bangku terdepan. Karena waktu itu beliau masih jomblo.

sebutkan majalah yang tidak disukai istri pelaku poligami, tapi bukan mading (majalah dinding). jawabnya adalah madu (majalah kedua).

Setelah saya menulis di wall Facebook alumni, beberapa teman alumni lain menanggapi. Sepertinya mereka masih ingat sejarah. Sebagaimana Bung Karno pernah berpesan, “Jangan sekali-kali melupakan sejarah”. JAS MERAH.

Pengalaman kamu lebih gila? Tulis saja di komentar.