1988 – 2019

Secara matematis, kami telah terpisah selama 31 tahun, sejak kelulusan kami dari SMA Negeri 2 Bondowoso pada tahun 1988. Itulah mengapa, kami menyebut komunitas kami sebagai Smada88 Bondowoso.

Ehm, seharusnya, tahun lalu kami mengadakan Reuni 3 Dasawarsa, 30 tahun (1988 – 2018).

Namun, secara psikologis diantara kami masih merasa dekat. Terutama karena sejak 2 tahun lalu, kami sering melakukan kegiatan bersama yang dikemas dalam Smada88 Family Gathering. Kemudian pada awal tahun 2017, kami sepakat untuk membentuk Smada88 Bondowoso Community. Dengan Saudara Heru Mulyadi ditunjuk sebagai koordinator.

Pada kesempatan itu juga, kami menentukan 3 program pokok, yaitu: (1) Peduli Keluarga Alumni Smada88 (Smada88 Family Care), (2) Peduli Smada Bondowoso (Smada Bondowoso Care), dan (3) Peduli Bondowoso (Bondowoso Care).

Kepedulian kami kepada keluarga alumni, antara lain dengan mem-bezoek ketika teman atau keluarganya (yaitu suami/istri, anak, orangtua/mertua) sedang sakit, serta melakukan takziah jika ada teman atau keluarganya (yaitu suami/istri, anak, orangtua/mertua) meninggal dunia.

Seperti Minggu (20/10/2019) kami mem-bezoek Ibunda teman kami, Anang dan sekaligus Ibu mertua dari teman kami Ratih, yang sedang dirawat di Rumah Sakit dr. Koesnadi, Bondowoso. Note: Anang dan Ratih adalah sepasang suami istri.

Setelah itu, kami takziah ke Ibu Mertua teman kami Mugi. Beberapa teman lain juga hadir, tapi tidak bersamaan. Beberapa teman lainnya, yang tidak bisa hadir, karena berhalangan atau tinggal di luar kota, mengucapkan bela sungkawa melalui telpon atau via pesan WhatsApp di grup komunitas Smada88.

Saya dan Heru Mul, baru bisa datang siang, setelah prosesi pemakaman. Kebetulan, Minggu pagi kami telah mengagendakan meeting dengan anggota Organizing Committee Bond – lomba menulis di blog. Sempat ketemu Mugi sebentar di gang masuk, karena keburu di telpon ajudan untuk menemui Bapak Sekda di Kantor Bupati, terkait usulan lomba menulis di blog yang kami ajukan.

Sedangkan seminggu sebelumnya, kami telah kehilangan teman seangkatan kami, yaitu Saudara Ferry. Sebagaimana telah ditulis pada post sebelumnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.