Ngopi Kampoeng

Usai takziah ke rumah duka di Jalan Jawa 26, kediaman orangtua Bro Hermul dan Perum Artha Karya I, kediaman keluarga Bro Sjaiful, kami menuju ke RumahKita di Perumahan Cadas Tirta Indah 26, Dabasah, Bondowoso.

Kami berlima: saya (Edy Jo), Hermul (shohibul bait), Nurul Hadi, dan Sudrajat Budiarto, serta seorang lagi Hendro Sartono, tapi tidak nampak di foto dokumentasi karena sedang take a rest.

Kami ngobrol ringan seputar situasi terkini sembari ngopi. Supported by https://RumahKita.or.id/KopiKampoeng/. Sebagai informasi, KopiKampoeng merupakan brand yang dirintis oleh sejumlah alumni Smada88 Bondowoso untuk mengangkat potensi lokal kota tercinta, Bondowoso, yaitu khususnya komoditas kopi..

Contoh produk Kopi Arabika dari Kebun Puslit Kopi da Kakao, Jember di Andungsari, Bondowoso. Dalam kemasan standing pouch, berisi 2 x 100 gram, custom bisa grinded (kopi sangrai) dan atau roasted coffee bean (kopi bubuk).

Barakallah, ya Guys!

RIP

Dalam kurun waktu seminggu, kami mendapat tiga berita duka atas kepergian keluarga dekat dari teman-teman kami. Pertama, Kamis (26/3) Ibunda Bro Hermul (Heru Mulyadi). Kedua, Selasa (31/3) Ayahanda Bro Sjaiful Nursaid). Ketiga, beberapa hari sebelumnya, Selasa (24/3), saudari Bro Dominicus Nico, Ibu Sonya yang juga istri Pak Anang Pras, salah seorang guru Smada Bondowoso.

Sebagai rasa solidaritas, secara perorangan atau barengan, kami melakukan takziah ke rumah duka. Berikut yang sempat kami catat berikut foto dokumentasinya.

Update2
Jumat (3/4) keluarga Bro Ariadie meluangkan waktu untuk takziah ke kediaman Bro Hermul. Sekalian silaturahim dan berbincang mengenai peluang KopiKampoeng.

Update:
Kamis (2/4) Indah Sri Yuli dan Yanick, melakukan takziah dan sekaligus silaturahim ke kediaman orangtua Hermul di Jalan Jawa.

Rabu (1/4), saya (Edy Jo), Hendro Sartono, dan Nurul Hadi. Kami berangkat bareng dari Jember pagi. Langsung menuju ke rumah duka di Jalan Jawa, Perumahan Kademangan Indah di belakang Terminal Bondowoso.

Pada hari H, Kamis (26/3), Bro Mugik, Sugiharsono, dan Agus Dodik, juga melakukan takziah ke rumah duka.

Setelah itu, kami dengan diantar Bro Hermul, menuju ke rumah duka di Perumahan Artha Karya I. Kediaman keluarga Bro Sjaiful Nursaid.

Semoga beliau bertiga (almarhum dan almarhumah) dilipatgandakan pahala amalan ibadahnya, dimaafkan segala khilat dan salahnya, dan diberikan tempat yang layak di sisi-Nya. Sedangkan bagi keluarga yang ditinggalkan, semoga diberi ketabahan. Aamiin.

Turut Berduka

Bro Tris, Edy Jo, Sugik, Hendro, Drajat, Sanusi, Hermul di rumah duka Tamanan

Dalam seminggu ini, dua teman kita (Tri Hidayati dan Sudrajat Budiarto), sedang berduka cita karena ditinggalkan oleh Ibunda mereka.

Sebagai rasa empati dan simpati, Minggu (8/12/2019) kami melakukan takziah ke rumah duka di kediaman Drajat, Tamanan dan kediaman Tri, Bondowoso.

Smada88ers chapter Jember –diwakili oleh Bro Edy Wihardjo, Hendro Sartono, dan Sugiharsono– berangkat dari Jember, sekitar pukul 8 pagi. Kemudian mampir ke Maesan, untuk menjemput Smada88ers chapter Maesan, yaitu Bro Sutrisno dan Sanusi.

Setelah itu, kami belok kanan menuju kediaman Drajat di Tamanan. Ternyata telah ditunggu Bro Heru Mulyadi.

Seusai takziah di Tamanan, kami menuju ke Bondowoso. Di pasar Tamanan, kami sempatkan mampir ke rumah teman Smada88ers juga yang tinggal di Tamanan, yaitu Tjong Lily.

Lanjut menuju kediaman Tri di Bondowoso.

Bro Edy Jo, Tris, Sanusi, Sugik, dan Tri. Satu lagi, Bro Hendro sedang rebahan di rumah duka Bondowoso
Bro Hermul, Edy Jo, Tris, Sanusi, dan Sugik

Alhamdulillah, kami bersyukur pada Allah atas perkenan-Nya, setelah 31 tahun lulus SMA, masih diberi kesempatan bersilaturahim dengan teman-teman sekolah semasa SMA.

Tetap solid, ya Bro and Sis. Barakallah. Aamiin.

Semoga Samawa

Bro Tris, Hermul, Sanusi, dan Edy Jo di kediaman Sanusi, Maesan

Salah seorang teman kita, Bro Sanusi, sedang berbahagia. Ia dan keluarganya sedang menikahkan putri pertamanya, Jumat (6/12/2019).

Beberapa teman Smada88ers diundang, tapi karena sesuatu dan lain hal datang secara tidak bersamaan.

Kebetulan Bro Edy Jo, Hermul, dan Tris bisa datang secara bersamaan, sehingga kami bisa mengabadikan momen ini sebagai Family Gathering Smada88 Bondowoso Community.

Semoga menjadi keluarga yang sakinah, ma waddah, wa rahmah. Aamiin.

Miss Eco … Tenan

Rabu (27/11/2019), kami menghadiri National Conference on Tourism (Seminar Nasional Pariwisata) di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember (https://unej.ac.id).

Informasinya pernah kami share di laman Lintas (Lingkar Komunitas), sbb:

informasi Call for Paper National Conference on Tourism

Salah seorang keynote speaker yang hadir adalah Miss Earth Indonesia 2018 dan Miss Eco 2019, Ratu Vashti Annisa ( https://www.instagram.com/ratuvashti/). Dia menyajikan topik Sustainable Tourism is the Only Way to Go.

Secara umum, Seminar Nasional Pariwisata ke-3 ini mengangkat tema Tourism in 4.0 Issues, Challenge and Strategic of Marketing. Informasi lebih detil, silakan kunjungi laman: https://semnaspariwisata.fisip.unej.ac.id.

Bro Heru Mulyadi, CEO Rumah Kita dan Bro Edy Jo, CEO PakarTI

Kami berdua (saya dan Bro Hermul) hadir, untuk memaparkan Inisiatif Inovasi Berbasis-TI untuk Mendukung Pariwisata Bondowoso. Ini sejalan dengan 3 Program Pokok Smada88 Bondowoso Community, yaitu: (1) Peduli Keluarga Alumni Smada88 (Smada88 Family Care), (2) Peduli Smada Bondowoso (Smada Bondowoso Care), dan (3) Peduli Bondowoso (Bondowoso Care). Khususnya program pokok ke-3.

Program Pokok Smada88 Bondowoso Community

Ke depan kami akan mengadakan kegiatan: (1) Lomba Menulis Konten Wisata di Blog, (2) Lomba Menulis Skrip untuk Festival Film Pendek yang secara rutin diadakan oleh Dinas Pariwisata, (3) Lomba Menulis Bussiness Plan terkait pendirian BUMDES, terutama startup Desa Wisata yang mengelola potensi wisata di wilayahnya.

Umroh Bareng

Alhamdulillah, 2 orang anggota Smada88 Bondowoso Community telah menunaikan ibadah umroh, bulan November 2019 ini. Mereka adalah Bro Sugiharsono dan Bro Januar Subiantoro. Keduanya telah tiba dengan selamat di tanah air.

Bro Sugiharsono dan Januar Subiantoro

Untuk menyambut kedatangannya, Jumat (22/11/2019) sore, Smada88 Bondowoso Community Chapter Jember, diwakili oleh Edy Jo dan Nurul Hadi, melakukan silaturahim ke kediaman Sugiharsono di Patrang, Jember.

Bro Edy Jo, Nurul Hadi, dan Sugiharsono

Sebelumnya, 2 teman anggota Smada88 Bondowoso Community Chapter Klabang, Pak Guru Asis dan Bu Guru Een, juga silaturahim.

Bro Sugiharsono, Asis, dan Sis Een

Sabtu (23/11/2019) sore ada kunjungan dari Koordinator Smada88 Bondowoso Community, Heru Mulyadi bersama keluarga dan Bro Sutrisno, teman dari Chapter Maesan, Bondowoso.

Bro Hermul, Tris, dan Sugiharsono

Gimana dengan Smada88 Bondowoso Community Chapter Ngalam? Kapan silaturahim ke kediaman Bro Januar?

Innalillahi wa inna Ilaihi raji’un

Sebulan yang lalu, tepatnya Minggu (20/10), sebagaimana telah dituliskan pada http://rumahkita.or.id/smada88/1988-2019/ kami meluangkan waktu untuk mem-bezoek Ibunda teman kita, Anang dan sekaligus Ibu mertua dari teman kita Ratih, yang tengah dirawat inap di Rumah Sakit dokter Kusnadi, Bondowoso.

flash back

Kamis (21/11) pagi ini, kami menerima berita duka dari Koordinator Smada88 Bondowoso Community, saudara Heru Mulyadi, bahwasanya beliau telah dipanggil menghadap-Nya.

Semoga beliau husnul khotimah. Semoga Allah memberikan tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin.

1988 – 2019

Secara matematis, kami telah terpisah selama 31 tahun, sejak kelulusan kami dari SMA Negeri 2 Bondowoso pada tahun 1988. Itulah mengapa, kami menyebut komunitas kami sebagai Smada88 Bondowoso.

Ehm, seharusnya, tahun lalu kami mengadakan Reuni 3 Dasawarsa, 30 tahun (1988 – 2018).

Namun, secara psikologis diantara kami masih merasa dekat. Terutama karena sejak 2 tahun lalu, kami sering melakukan kegiatan bersama yang dikemas dalam Smada88 Family Gathering. Kemudian pada awal tahun 2017, kami sepakat untuk membentuk Smada88 Bondowoso Community. Dengan Saudara Heru Mulyadi ditunjuk sebagai koordinator.

Pada kesempatan itu juga, kami menentukan 3 program pokok, yaitu: (1) Peduli Keluarga Alumni Smada88 (Smada88 Family Care), (2) Peduli Smada Bondowoso (Smada Bondowoso Care), dan (3) Peduli Bondowoso (Bondowoso Care).

Kepedulian kami kepada keluarga alumni, antara lain dengan mem-bezoek ketika teman atau keluarganya (yaitu suami/istri, anak, orangtua/mertua) sedang sakit, serta melakukan takziah jika ada teman atau keluarganya (yaitu suami/istri, anak, orangtua/mertua) meninggal dunia.

Seperti Minggu (20/10/2019) kami mem-bezoek Ibunda teman kami, Anang dan sekaligus Ibu mertua dari teman kami Ratih, yang sedang dirawat di Rumah Sakit dr. Koesnadi, Bondowoso. Note: Anang dan Ratih adalah sepasang suami istri.

Setelah itu, kami takziah ke Ibu Mertua teman kami Mugi. Beberapa teman lain juga hadir, tapi tidak bersamaan. Beberapa teman lainnya, yang tidak bisa hadir, karena berhalangan atau tinggal di luar kota, mengucapkan bela sungkawa melalui telpon atau via pesan WhatsApp di grup komunitas Smada88.

Saya dan Heru Mul, baru bisa datang siang, setelah prosesi pemakaman. Kebetulan, Minggu pagi kami telah mengagendakan meeting dengan anggota Organizing Committee Bond – lomba menulis di blog. Sempat ketemu Mugi sebentar di gang masuk, karena keburu di telpon ajudan untuk menemui Bapak Sekda di Kantor Bupati, terkait usulan lomba menulis di blog yang kami ajukan.

Sedangkan seminggu sebelumnya, kami telah kehilangan teman seangkatan kami, yaitu Saudara Ferry. Sebagaimana telah ditulis pada post sebelumnya.

Rest in Peace, Bro!

Kemarin siang (Sabtu, 5 Oktober 2019), seorang teman sekolah seangkatan (Nico) mengabarkan berita duka di Grup WhatsApp Alumni Smada88 Bondowoso. Sebenarnya, itu bukan berita duka pertama yang dikabarkan via Grup WA. Namun, berita duka sebelum-sebelumnya, berupa berita duka mengenai “kepergian” keluarga teman-teman alumni. Entah itu Ayah atau Ibu teman-teman atau salah seorang Guru kami.

Pada mulanya, saya juga berpikir begitu. Itu merupakan berita duka kepergian anggota keluarga salah seorang teman. Namun, ketika teman-teman lain menanggapi, antara lain dengan menampilkan foto ketika ybs masih sekolah dan menyebutkan ciri-ciri fisiknya, sayapun menyimak lebih detil berita duka tersebut. Ternyata disebutkan usianya, yaitu 50 tahun. Oh my God, ternyata dia adalah teman seangkatan kami. Alumni Smada Bondowoso lulusan tahun 1988.

Dalam satu angkatan, kami terdiri dari 5 kelas pararel. Fisika (A1) 1 kelas, Biologi (A2) dan IPS (A3) masing-masing 2 kelas. Informasi dari teman-teman, ybs adalah kelas Biologi 1. Perawakannya kurus, tinggi dan pendiam. Selepas dari SMA, melanjutkan studi di Universitas Jember.

Dengan ini, kami melepas kepergianmu. Selamat jalan, Sahabat. Beristirahatlah dengan tenang.