Diary Became Story

Maaf, jika judulnya kurang tepat secara gramatikal (gramatically). Sengaja dipilih dengan pertimbangan estetika semata.

Salah satu harta karun sebagai bahan menulis adalah Diary. Diary tuh “buku catatan” yang di-isi tiap ary. Maksudnya, tiap hari. He. Kalau kalian sudah terbiasa, ya tinggal dibaca dan ditulis ulang ya. Gimana kalau belum terbiasa? Biasakanlah.

Namun, tulisan ini tidak akan membahas gimana cara untuk membiasakan menulis diary. Artikel ini akan membahas gimana cara menulis diary di laptop atau komputer (PC) menggunakan program Notepad.

Notepad dipilih karena merupakan editor teks (text editor) yang paling sederhana dan secara default telah terinstal pada laptop atau komputer berbasis sistem operasi Windows.

Pertama, aktifkan program Notepad.

Kedua, simpan sebagai (save as) dengan ekstensi file standar .txt, misalnya, Diary.txt.

Ketiga, pada baris pertama, tuliskan .LOG. Pastikan tanda baca . (titik) dituliskan di baris pertama dan kolom pertama.

.LOG

Keempat, silakan tutup (Close) Notepad.

Keenam, buka lagi file Diary.txt, maka pada baris berikutnya akan tertulis secara otomatis penanda waktu (time stamp), tanggal dan jam.

Harlah ke-3 ROQU

Pada Ahad, 21 April 2019, Rumah Tahfidh Rooghibul Qur’an Nangkaan Bondowoso memperingati harlah ke-3, yang dikemas dengan Khotmil Qur’an dan Doa Bersama, dilanjutkan dengan Pelatihan Penulisan Blog.

Pelaksanaan peringatan hari lahir ROQU ke-3 kali ini sedikit berbeda dengan kegiatan-kegiatan harlah lembaga/ pesantren pada umumnya. Acara yang digelar di Rumah Tahfidh Rooghibul Qur’an ini diawali dengan (1) Doa Malam Nisfu Sya’ban, dilanjutkan dengan (2) Khotmil Qur’an yang dibaca oleh semua Santri secara bergiliran mulai dari Juz 1 sampai Juz 30, dan ditutup dengan (3) Doa Khotmil Qur’an.

Masih dalam rangkaian peringatan harlah ke-3 ROQU, seluruh hadirin dan undangan disuguhi materi yang sangat menarik mengenai “Bagaimana kiat-kiat Menjadi Penulis” oleh Bapak Edy Jo (https://fb.me/EdyJo) seorang Blogger, Penulis, dan Dosen di Universitas Jember.

Beberapa poin paparan beliau antara lain:

  • Awali menulis dengan ide yang terlintas dalam fikiran langsung ditulis abaikan yang lain-lain yang bisa membuat ide putus, termasuk tanda baca, huruf kapital, membaca ulang ke atas.
  • Awali menulis dengan Mind Mapping, tulis judul besar ditengah kemudian buat cabang atau ranting, dengan konsep 5W 1H.
  • Fast Writing, Menulis dengan metode cepat maksudnya ketika sudah ada ide atau gagasan wujudkan dalam bentuk tulisan.

Acara pelatihan ditutup dengan praktik menulis. Disela sela peserta praktik menulis, ditambahkan motivasi menulis beliau mengatakan “Buku apapun yang Anda tulis yakinkan berguna meskipun tidak secara langsung, setidaknya ada orang lain yang tertarik untuk membaca.”

Ngapain Nulis?

Motivasi menulis bisa beragam dan berbeda antar masing-masing penulis. Dalam tulisan ini ditulis beberapa diantaranya. Silakan ditambahkan di kolom komentar, jika motivasi Anda menulis belum tercantum dalam tulisan ini.

Pertama, mengabadikan kenangan. Salah satu kata-kata bijak yang terkait dengan kepenulisan adalah:

Jika Anda bukan Pangeran (anak seorang Raja/Sultan), maka menulislah.

Kedua, mendapatkan passive income. Setiap kali buku Anda dicetak ulang dan laku di pasaran, maka Anda berhak mendapat royalti.

Ketiga, mengemukakan ide atau gagasan.

Kaidah dalam Penulisan Ilmiah

Saya mencantumkan sejumlah kaidah penulisan, berdasarkan pengalaman sebagai Dosen Pembimbing penulisan karya ilmiah oleh mahasiswa, berupa proposal, laporan, artikel ilmiah, dan skripsi.

Gunakan kosakata bahasa Indonesia baku, bukan kosakata bahasa prokem (slank).

Sebisa mungkin, gunakan format penulisan kalimat yang mengandung unsur-unsur: S – P – O – K.

Kosakata selain kosakata Bahasa Indonaesia, dicetak miring (italic). Dalam hal ini, termasuk bahasa daerah dan bahasa asing. Sebagai contoh: nggak, blog, dll.

Jangan memulai kalimat dengan bilangan, seperti “6 dari 10 peserta …”. Ganti dengan ‘penyebutan’nya, misalnya “Enam dari sepuluh peserta …”.

Satu Paragraf Satu Ide (SPSI)

Suatu artikel atau tulisan, secara umum terdiri atas ‘judul’ dan ‘isi’. Isi tulisan dapat berupa paragraf atau daftar (list ), baik daftar terurut
(ordered list) atau tak-terurut (unordered list).

Suatu paragraf (atau alinea) terdiri dari rangkaian yang padu dari beberapa kalimat. Paragraf bisa pendek, hanya terdiri dari sedikit kalimat. Bisa sangat panjang, terdiri dari banyak kalimat.

Intinya, secara ideal, satu paragraf hanya memuat satu ide (atau gagasan). Bukan terletak pada panjang pendeknya.

Sebagai contoh, Anda menulis suatu paragraf. Ketika Anda menulis suatu kalimat baru, coba Anda perhatikan, apakah kalimat baru tersebut masih memuat ide yang sama dengan kalimat sebelumnya? Jika ya, lanjutkan penulisan paragraf Anda. Sebaliknya jika tidak, Anda bisa memotongnya dan meletakkannya sebagai awal paragraf baru. Nggak masalah, paragraf sebelumnya masih pendek.

Lima We Satu Ha

Salah satu prinsip dasar dalam menulis adalah konten tulisan Anda seyogyanya memenuhi atau memuat lima we dan satu ha, yaitu:

  • What (Apa)
  • Who (Siapa)
  • When (Kapan)
  • Where (Dimana)
  • Why (Mengapa)
  • How (Bagaimana)

Sebagai contoh, jika Anda diminta untuk menulis laporan kegiatan Pelatihan Penulisan Blog.

What

Pertama, Anda perlu mencantumkan ‘judul’ kegiatan, yaitu pelatihan penulisan blog. Tambahkan juga tema kegiatan. Lebih lanjut, Anda bisa menguraikan apa pengertian blog, yaitu berawal dari web dan log.

Anda bisa menelisik lebih jauh ‘apa-apa’ yang lain, yang perlu diuraikan.

Who

Kedua, tuliskan siapa saja yang terlibat. Ustadz Santoso selaku penggagas kegiatan, dan Ustadz Heru Mulyadi selaku owner blog Rumah Kita, dimana tulisan Anda akan di-online-kan.

Tuliskan juga jumlah peserta kegiatan, siapa saja mereka.

When

Ketiga, tuliskan kapan kegiatan dilaksanakan: Minggu, 21 April 2019. Dimulai pukul berapa dan selesai pukul berapa? Uraikan secara detil, kegiatan dari menit ke menit.

Where

Keempat, tuliskan dimana kegiatan dilaksanakan: Rumah Tahfidh Rooghibul Qur’an. Ceritakan lebih lanjut mengenai Rooghibul Qur’an. Sebagai nilai tambah, cantumkan alamat lokasi kegiatan (share location) menggunakan aplikasi Google Maps (https://maps.google.com).

Why

Kelima, mengapa kegiatan ini dilaksanakan? Apa latar belakangnya? Apa tujuannya? Silakan lakukan interview dengan penggagas kegiatan ini, yaitu Ustadz Santoso.

How

Keenam, bagaimana kegiatan ini berlangsung? Tuliskan mulai dari
persiapan hingga pelaksanaan-nya.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, tuliskan pengalaman Anda dalam menghafal Al Qur’an. Uraikan masing-masing secara personal (orang-perorang). Gak perlu saling mencontek ya.

Kapan Anda mulai melakukannya? Siapa saja yang berperan dalam proses tersebut? Mengapa Anda melakukannya? Apa motivasi Anda? Dimana saja Anda melakukannya?

Silakan tambah pertanyaan lain untuk mengeksplor jawaban Anda.

Nulis Buku Bareng-Bareng

Salah satu kiat agar tulisan Anda bisa dengan segera dipublikasikan dalam format buku yaitu dengan nulis buku bareng-bareng dalam suatu buku antologi (kumpulan tulisan dari beberapa penulis).

Nulis buku bareng-bareng juga bisa dijadikan solusi bagi Anda yang belum terlalu pede untuk nulis buku sendirian sebagai penulis tunggal. Belum terlalu pede dalam hal kemampuan menulis dan dalam hal pemasaran buku nantinya.

Salah satu contoh, buku antologi mengenai kepenulisan, dimana salah satu artikel merupakan tulisan saya (di halaman 61) adalah Buku Menulis Enjoy-enjoy Sajalah yang diprakarsai oleh Ersis Warmansyah Abbas (https://www.facebook.com/ersis.abbas).

WhatsApp chat