Finalisasi Proposal Bond2019

Seminggu yang lalu, tepatnya Sabtu (5/10) malam di Maesan, kami (SekolahGratis, Rumah Kita, PakarTI, RTIK Bondowoso, dan RMB) membahas gagasan lomba menulis di blog, sebagaimana dilaporkan di artikel berikut:

Berdasarkan masukan dari teman-teman (Rumah Kita, RTIK Bondowoso, dan RMB), kemudian SekolahGratis (sebagai penggagas) dan PakarTI (sebagai IT Partner) melakukan penyusunan dan finalisasi proposal kegiatan. Alhamdulillah, proposal sudah rampung, Jumat (11/10) dicetak di Bursa Mahasiswa, untuk kemudian diserahkan pada tim Rumah Kita selaku Event Organizer.

Sedikit catatan, event yang semula dirancang untuk para milenial, diperluas cakupannya untuk guru, ustadz, dan dosen para milenial. Demikian juga untuk kategori peserta umum tidak lagi dibatasi usianya berdasarkan kriteria atau definisi milenial.

Untuk itu, event yang semula diberi nama Festival Milenial disesuaikan dengan jenis lomba, yaitu menulis di blog, menjadi Blogs on Nice Destination. Disingkat Bond. Bond sendiri mengacu pada nama kota Bondowoso.

Blogs (verb, kata kerja) berarti menulis atau mengupdate konten di blog (noun, kata benda). Orangnya yang menulis disebut Blogger. Nice Destination mengacu pada tema utama lomba menulis yaitu mengenai potensi wisata di Bondowoso.

Oya, satu lagi, peserta yang semula hanya perorangan, kini bisa diikuti oleh kelompok. Ini dimaksudkan untuk menampung kreasi teman-teman pelajar/santri/mahasiswa yang tergabung dalam organisasi atau kelompok minat, misalnya OSIS, KIR, Rohis, Pecinta Alam, HMPS, HMJ, BEM, dll. Begitu juga bagi teman-teman guru/ustadz/dosen yang tergabung dalam MGMP, research group, dll. Serta peserta kategori umum, yang menjadi anggota TBM, forum literasi, rumah baca, dll.

Kami juga sedang mengupayakan untuk memberi ruang bagi teman-teman pengelola mading (majalah dinding) menampilkan kreasi madring (majalah dinding daringonline) mereka. Kami melakukan research, mencari plugins emagz (electronic magazines) yang tepat untuk ditambahkan di server blog, menulis tutorial membuat madring yang canggih menggunakan platform gratis, misalnya Canva.

Jadi, siapkan diri Anda untuk menjawab tantangan menulis di blog yang insyaAllah akan segera di-launching.

Karena kami masih mencari sponsor yang berkenan mendanai dan memberi penghargaan yang pantas bagi Anda. So, doain ya. Aamiin.

Go Millennial Festival

Bermula dari perbincangan intens secara jarak jauh lintas kabupaten, antara Jember dan Bondowoso, melalui media handphone, antara saya (Edy Jo, Founder PakarTI) dan Heru Mulyadi (Founder Rumah Kita) mengenai gagasan untuk mengadakan kegiatan bagi kaum milenial di Bondowoso, maka Sabtu (5 Oktober 2019) malam, kami memutuskan untuk mendiskusikan lebih lanjut realisasi gagasan tersebut.

Kami memilih untuk bertemu di tengah, tepatnya di kediaman Saudara Sutrisno (pegiat Smada88 Bondowoso Community), yang terletak di seberang Toko Jasmine, Maesan. Sekedar informasi, Maesan berjarak 14,6 km dari Kota Bondowoso dan 20,8 km dari Kota Jember.

Sebelumnya, kami sudah mengundang secara personal 2 komunitas di Bondowoso, yaitu Relawan TIK (RTIK) Bondowoso dan Relawan Muda Bondowoso (RMB). Datang pada pertemuan tersebut, Saudara Ridwan sebagai Ketua mewakili RTIK Bondowoso, serta Saudara Holidy sebagai tokoh senior RMB dan Nanda sebagai Admin akun media sosial RMB, keduanya mewakili RMB. Di samping anggota tim PakarTI dan Rumah Kita. Seluruhnya, berjumlah 9 orang.

Note: masih terbuka peluang komunitas lainnya di Bondowoso untuk memberikan kontribusi terbaik pada even Festival Milenial yang sedang kami gagas. Silakan kirim pesan WA.

Diary Became Story

Maaf, jika judulnya kurang tepat secara gramatikal (gramatically). Sengaja dipilih dengan pertimbangan estetika semata.

Salah satu harta karun sebagai bahan menulis adalah Diary. Diary tuh “buku catatan” yang di-isi tiap ary. Maksudnya, tiap hari. He. Kalau kalian sudah terbiasa, ya tinggal dibaca dan ditulis ulang ya. Gimana kalau belum terbiasa? Biasakanlah.

Namun, tulisan ini tidak akan membahas gimana cara untuk membiasakan menulis diary. Artikel ini akan membahas gimana cara menulis diary di laptop atau komputer (PC) menggunakan program Notepad.

Notepad dipilih karena merupakan editor teks (text editor) yang paling sederhana dan secara default telah terinstal pada laptop atau komputer berbasis sistem operasi Windows.

Pertama, aktifkan program Notepad.

Kedua, simpan sebagai (save as) dengan ekstensi file standar .txt, misalnya, Diary.txt.

Ketiga, pada baris pertama, tuliskan .LOG. Pastikan tanda baca . (titik) dituliskan di baris pertama dan kolom pertama.

.LOG

Keempat, silakan tutup (Close) Notepad.

Keenam, buka lagi file Diary.txt, maka pada baris berikutnya akan tertulis secara otomatis penanda waktu (time stamp), tanggal dan jam.

What Can I Do?

Alhamdulillah, setelah saya posting tulisan untuk menggugah teman-teman Smada88ers, tidak lama kemudian saya menerima sejumlah pesan, yang pada intinya menanyakan apa yang bisa saya lakukan untuk mendukung kegiatan Smada88 Care? Cak Inggris-sah, What can I do?

Namun, terus terang, saya tidak mengerti apa potensi terbaik teman-teman Smada88ers. Karena sebenarnya teman-teman sendirilah yang lebih memahami mengenai potensi dirinya masing-masing.

Dengan demikian teman-temanlah yang seharusnya berinisiatif untuk menawarkan diri menangani bidang apa sesuai dengan potensi diri dan passion masing-masing.

Seperti berikut ini:

“Suamiku punya akses ke petani kopi. Kami juga sudah biasa memasok kopi ke beberapa Cafe di Bondowoso. Kami siap memasok kopi mentah (green bean) terbaik untuk kopikampoeng.”

(Ini lanjutannya, tapi sebenarnya diminta untuk off the record) “Dengan catatan, aku maunya bermain dari balik panggung.”

Oke. No Problemo. Deal.

“Ibu mertuaku, cukup pakar dalam mengolah kopi secara tradisional, menyangrai kopi (roasting) menggunakan penai tembikar di atas tungku api dan menumbuknya (grinding) menjadi bubuk kopi. Beliau sering dimintai tolong oleh tetangga kami dan kenalannya untuk mengolah kopi mereka. InsyaAllah beliau bersedia membantu memproses kopikampoeng.”

Alhamdulillah. Sekali lagi, Deal.

“Aku punya skill di bidang fotografi. InsyaAllah aku siap membantu mengambil foto produk kopikampoeng, sesuai standar estetika fotografi.”

Trims banget, Bro.

“Kakakku mengelola Cafe di Bondowoso. Salah satu menu andalannya, kopi seduh. Kami siap menampung varian produk kopikampoeng untuk disajikan di Cafe kami.”

Barakallah, Bro.

“Grup WhatsApp-ku banyak. Ada grup tetangga, keluarga, teman sekolah, teman kuliah, kolega kantor, teman pengajian, dll. Aku bantu share ya.”

Monggo, dengan senang hati, Bro and Sis.

Seorang Smada88ers lagi, ketika diminta untuk membantu marketing dengan menjadi Brand Ambassador, dengan sigap menyatakan “InsyaAllah siap, Bro.” 

Alhamdulillah.

Gitu ya, teman-teman Smada88ers. Aku tunggu japri-annya.

Trus apalagi, Bro?

Sumbang saran (brainstroming) juga boleh, misalnya:

“Aku penikmat kopi. Lidahku bisa merasakan citarasa kopi. Salah satu kopi terbaik yang pernah kurasakan adalah kopi yang disajikan Ibuku untuk Bapakku. Dulu ketika aku masih kecil. Setelah kurenungkan, sepertinya karena kopi itu diproses secara tradisional. Nah, gimana kalo itu diterapkan pada kopikampoeng?”  

Great Idea, Bro.

Gimana kalo sumbang dana? Begh, cek bolehnya.

Karena kami perlu melakukan research and development. Kami juga perlu biaya produksi, biaya operasional, dll.

N.B (Norok Buntek):

“Lha, kamu sendiri ngapain, Bro?”

“Aku sih apalah. Gak lebih dari sebutir debu. Bisanya nulis doang.”

Loncatlah Sebelum Telat

Sebagaimana disampaikan Khotib saat Khutbah Jumat, tulisan ini lebih untuk mengingatkan diri sendiri (self reminder), di samping juga untuk menggugah kesadaran teman-teman.

Seekor katak sedang enjoy. Ia duduk, berdiam diri, menikmati suasana. Genangan air di sekitarnya perlahan mulai hangat. Kulit tubuhnya menyesuaikan diri. Ia menikmati kehangatannya. Ketika air di sekitarnya mulai memanas, ia masih berusaha beradaptasi dengan lingkungannya. Dan saat air mulai mendidih, ia tak sempat lagi melompat untuk menyelamatkan diri, dari panci berisi air mendidih yang sebenarnya tak begitu tinggi.

Apakah ia tak sanggup melompat? Tidak, seekor katak sejatinya adalah pelompat. Bukankah ia berjalan dengan cara melompat. Bahkan ia sanggup melompati 2 atau 3 kali ketinggian panci. Namun itu tidak dilakukannya ketika air mulai menghangat. Ia mengerahkan kekuatannya justru untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan yang terus berubah. Ironisnya ia justru kehilangan kemampuan melompatnya, justru disaat ia sangat membutuhkannya.

Self Reminder

Disadari atau tidak, kita laksana seekor katak. Entah katak jantan atau betina. Saat ini kita sedang enjoy, karena berada di zona nyaman, menikmati suasana, menerima gaji, honor, atau tunjangan setiap bulan. Ini yang kadang membuat kita lupa, bahwa pada saatnya nanti, kita akan purna tugas. Entah pada usia 55, 60 atau 65 tahun. Pada saat itulah, kita akan mulai merasa kepanasan, tidak lagi menerima insentif bulanan untuk memenuhi kebutuhan hidup, sehingga dengan terpaksa menguras tabungan. Ironisnya, ketika kita memerlukan dana tambahan, kita tidak bisa lagi melompat untuk memulai bisnis baru karena keterbatasan modal.

Namun, berbeda dengan katak, kita dikaruniai akal. Kita bisa memilih untuk melompat, kapanpun kita ingin. Jika Anda menilai sekarang adalah saat yang tepat, segeralah melompat. Jangan menunggu hingga terlambat. Jika belum begitu yakin, melompatlah dengan 1 kaki Anda. Biarkan 1 kaki lainnya tetap bertumpu di tempat biasanya. Namun, jika Anda masih juga ragu, bergabunglah bersama kami.

Let’s Join Us

Kami, belasan alumni Smada88 Bondowoso, mulai melompat dari zona nyaman dengan merintis suatu bisnis. Salah satunya, KopiKampoeng. Seorang teman berkenan memasok kopi mentah terbaiknya, 2 orang teman lainnya menangani proses produksi (roasting dan grinding), seorang lagi menangani pengemasan (packaging), 2 teman berkutat di research and development, saya bersama seorang teman fokus melakukan branding product, masing-masing seorang teman menangani penjualan (marketing), baik offline maupun online, serta seorang lagi didaulat menjadi brand ambassador.

Peluang masih terbuka, dengan berpartisipasi aktif dalam mengembangkan KopiKampoeng, hingga merealisasikan KampoengKopi. Bahkan, tidak terbatas, yaitu dengan mengembangkan potensi lainnya.

Dengan demikian, misi terbentuknya Smada88 Community akan terpenuhi, yaitu: (1) Smada88 Family Care, dengan melibatkan sebanyak mungkin alumni Smada88 dan keluarganya dalam kegiatan produktif, (2) Smada Bondowoso Care, dengan memberikan kontribusi positif pada nama baik almamater, serta (3) Bondowoso Care, dengan mengeksplor potensi lokal Bondowoso untuk kemaslahatan bersama.

.

Do the BEST

Secara sederhana, judul artikel “Do the BEST” dalam Bahasa Indonesia, bermakna “Lakukan yang Terbaik”.

Namun demikian, di dalam artikel ini, BEST diberi makna tambahan, karena merupakan akronim dari Bondowoso Entrepreneurship Solution Team, atau Tim Solusi Kewirausahaan Bondowoso.

 

Mengenal Rumah Kita

Kenapa sih Perlu Mengenal Rumah Kita?

Pertama, karena seperti kata pepatah, tak kenal maka tak sayang. Jadi, kami berharap, dengan mengenal apa dan siapa Rumah Kita, semoga Anda menjadi sayang pada Rumah Kita. Dan, menjadi lebih sayang bagi yang telah mengenal kami.

Kedua, di masa ‘panas’ menjelang Pilbup, nama Rumah Kita di-klaim oleh salah satu pihak sebagai identitas mereka. Oleh karenanya, sekalian kami mengklarifikasi, RumahKita.Or.Id tidak ada kaitan apapun, baik secara ideologis maupun politis, dengan pihak tertentu tersebut. Apalagi kaitan biologis 😉

Apakah Rumah Kita Legal?

Legal dong. Secara legal formal, Rumah Kita, didirikan pada Kamis, 30 Maret 2017. Eh, ntar lagi ultah, nih.

Dimana Kedudukan Rumah Kita?

Rumah Kita berkedudukan di Wisma Cadas Tirta Indah Nomor 26, Dabasah, Bondowoso.

Bidang Apa Aja Garapan Rumah Kita?

Kegiatan utama Rumah Kita adalah sebagai Event Organizer, yang antara lain mengelola kegiatan Outbound Training, Tour Leader, dll.

Rumah Kita

Rumah

Secara umum, dapat diartikan sebagai tempat untuk berlindung atau bernaung dari pengaruh keadaan alam sekitarnya ( Hujan, Matahari, angin dll ), bisa juga merupakan tempat beristirahat serta untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari.

Secara Fisik

Berarti suatu bangunan, tempat  tinggal yang tentunya dengan model atau betuk bermacam macam sesuai kondisi pemilik atau penghuninya.

Secara Psikologis
Berarti suatu tempat tinggal dan untuk melakukan hal-hal tersebut di atas, yang tentram, damai, menyenangkan bagi penghuninya.

Rumah dalam pengertian psikologis ini lebih mengutamakan situasi dan suasana daripada kondisi dan keadaan fisik rumah itu sendiri.

Serta banyak lagi ulasan bagaimana sebuah rumah ideal yang tentunya sesuai dengan ketentuan yang berlaku (peraturan pemerintah, kesehatan agama maupun adat/ muatan lokal yang ada)

 

Hal tersebut diatas  adalah bagaimana ideal rumah yang layak kita huni, namun disisi lain justru ada sebagian dari kita yang sudah punya rumah bahkan mungkin tergolong mewah justru “tidak menemukan kenyamanan” di rumah

Punya rumah tapi seperti tidak punya rumah, entah karena tuntutan pekerjaan atau hal lain bahkan cendrung terkesan penghuni sebenarnya adalah para asisten rumah tangga yang setia menjaga dan merawat rumah itu berikut isinya. Ironisnya ada sebagian orang yang penghidupannya biasa saja bahkan pas pasan ikut ikutan jarang dirumah hanya untuk mencari kesenangan di luar rumah.

Disisi lain dampak dari situasi yang kurang nyaman tersebut salah satu atau lebih penghuninya lebih nyaman bila berada di rumah teman, sahabat, saudara atau tempat tempat yang menuruntnya enjoy enjoy aja, Diantaranya adalah anak anak atau remaja yang mencari kenyamanan dan identitas diri di tempat lain.

Patut disyukuri sekarang banyak aktifitas positif yang bisa menjadi salah satu alternatif tempat untuk menyalurkan ekspresi diri, baik ekstrakurikuler maupun kegiatan hobi atau komunitas. Namun tidak dipungkiri sebagian dari mereka mengepresikan atau mencari “kenyamanan” tersebut justru pada tempat yang kurang tepat

Berbekal pengalaman pribadi dan kegiatan organisasi sejak masih di bangku SMA dan traveling serta menjadi relawan sekaligus pengurus di Palang Merah Indonesia,  kami banyak yang besinggungan dengan anak anak, remaja maupun orang tua,  ada diantaranya yang melakukan aktifitas di luar rumah karena “mencari kesibukan biar gak bosan di rumah (pelarian dari suasana rumah yang kurang nyaman)”.

Dari seringnya kami bertemu dan silaturahmi  khususnya di rumah kami mulai dari saling berbagi cerita sampai menyiapkan suatu acara akhirnya menjadi kebiasaan menjadi tempat berkumpul, “ibaratnya sebuah Rumah singgah”, bahkan ada guyunan menjadi “tempat sampah”cerita atau masalah, karena merasa nyaman saat bisa berbagi cerita atau keluh kesah walau hanya sebatas cerita walau  kadang tanpa solusi, ibaratnya seperti rumah kedua atau rumah bersama, mungkin merasa lebih nyaman maka tercetuslah Rumah kitaseperti syair lagu Godbless “Lebih baik disini rumah kita sendiri” bertepatan dengan persiapan peringatan Hari Keluarga Nasional 29 Juni 2008

Seiring dengan nama  Rumah kita dan doa, kami berharap rumah kami akan menjadi idealnya sebuah rumah dengan suasana yang nyaman laksana surga bagi kami seperi halnya ungkapan “baiti jannati ( Rumahku Surgaku)”, Sehingga nyaman untuk kami nyaman untuk siapapun.

Semoga dengan Mensyukuri dan mengoptimalkan apa yang ada di Rumah kita bisa berbuat yang terbaik dan bermanfaat untuk keluarga, kerabat, masyarakat, agama dan Bangsa, bagaimanapun “Indonesia adalah Rumah kita” , kita jaga, gali potensi raih prestasi.

WhatsApp chat